Desa Kembang Kuning Pamerkan Hasil Kerajinan Lokal di Tingkat ASEAN
Sebagai salah satu desa perwakilan Indonesia dalam ASEAN Village Network (AVN), desa Kembang Kuning Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur memamerkan berbagai hasil kerajinan lokal dalam ajang expo yang digelar dipertemuan Negara-negara ASEAN tersebut. Tak hanya hasil kerajinan karya pengerajin desa Kembang Kuning, desa-desa sentra kerajinan lokal di NTB juga digandeng untuk memamerkan dan mengenalkan hasil kerjinannya di expo AVN. Sebut saja, kerjinan bambo dari desa Loyok, tenun dari Desa Pringgasela dan mutiara Sekarbela.
Kepala desa Kembang Kuning, H. L Sujian mengatakan gelaran expo di ajang AVN menjadi pintu masuk mengenalkan hasil kerjinan lokal ditingkat Internasional. “ Tak hanya memamerkan hasil kerjinan lokal, kita juga menyediakan informasi lengkap dimana barang tersebut bisa didapatkan serta informasi tentang desa-desa wisata dan sentra kerajinan, khususnya di NTB” terang Sujian.
Stand yang dibuka desa Kembang Kuning di expo AVN juga menarik perhatian Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar yang mengnjungi langsung Stand desa Kembang Kuning. “ Hasil karya pengerajin lokal kita tak kalah dengan hasil kerjinan dari negara-negara lain. Bahkan kita bisa bersaing. Potensi alam disekitar yang dimanfaatkan secara optimal menjadi nilai lebih dan pengerajin kita memiliki keunikan masing-masing,” apresiasi Abdul Halim Iskandar.
Dampak dari pertemuan AVN tersebut diharapkan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke desa-desa wisata serta membuka peluang pasar ekspor untuk hasil kerjinan lokal.