KKN Universitas Hamzanwadi 2026
Sukses Gelar Proker Perdana, Mahasiswa KKN Edukasi Warga Kembang Kuning Lewat Pelatihan Mitigasi Longsor Berbasis Alam
Kembang Kuning, 21 Mei 2026 – Memasuki hari ke-18 masa pengabdian, langkah nyata mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Kembang Kuning semakin membuahkan hasil. Pada Kamis (21/5), tim KKN sukses meluncurkan dan melaksanakan Program Kerja (Proker) utama perdana mereka yang bertajuk "Pelatihan Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana Tanah Longsor dengan Pendekatan Nature-Based Solution di Desa Kembang Kuning".
Kegiatan yang sarat akan edukasi ini menjadi langkah krusial dan sangat relevan, mengingat wilayah desa sempat terdampak material longsor beberapa hari sebelumnya.
Pelatihan yang diselenggarakan di fasilitas balai desa ini mendapat respons yang luar biasa dari berbagai elemen masyarakat. Acara ini dihadiri langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), jajaran perangkat desa, tokoh masyarakat, perwakilan pemuda, kelompok tani, hingga ibu-ibu kader kesehatan. Kehadiran kelompok tani dan perwakilan pemuda dinilai sangat strategis, sebab merekalah garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan kondisi alam dan struktur ruang terbuka di desa.
Untuk memastikan materi yang disampaikan berbobot dan aplikatif, mahasiswa KKN menggandeng tiga pemateri ahli dari latar belakang akademisi dan praktisi kedaruratan. Pemateri pertama yaitu Bapak Hasrul Hadi, M.Pd selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) mahasiswa KKN Universitas Hamzanwadi yang menyampaikan materi mengenai pengertian tanah longsor, faktor penyebab terjadinya longsor, dampak yang ditimbulkan, serta pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan sebagai langkah pencegahan bencana.
Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Bapak Taufan Sapardi selaku Analis Kebencanaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) BPBD Lombok Timur. Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan mengenai langkah-langkah mitigasi bencana, kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi longsor, serta pentingnya peran masyarakat dalam mengurangi risiko bencana di lingkungan sekitar.
Kemudian materi ketiga disampaikan oleh Bapak M. Hayadi, S.Pd selaku Pranata Pencarian dan Pertolongan pada Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lombok Timur. Dalam materinya, beliau memberikan penjelasan mengenai tindakan penanganan darurat, proses evakuasi, serta langkah-langkah pertolongan yang perlu dilakukan ketika terjadi bencana tanah longsor.
Melalui kegiatan pelatihan ini, masyarakat diharapkan dapat memahami pentingnya kesiapsiagaan bencana serta mampu meningkatkan kesadaran dalam menjaga lingkungan melalui pendekatan Nature-Based Solution sebagai salah satu upaya pencegahan bencana tanah longsor.