KKN Universitas Hamzanwadi 2026
Berbagi Peran di Hari Keempat: Mahasiswa KKN Garap Posyandu, Observasi Wisata Sarang Walet, hingga Khidmatnya Khiziban
Kembang Kuning, 7 Mei 2026 – Dinamika pengabdian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Kembang Kuning semakin menunjukkan progres yang terstruktur pada hari keempat, Kamis (7/5). Guna memaksimalkan capaian target dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat, tim mahasiswa menerapkan strategi pembagian tugas (task division) menjadi beberapa kelompok kecil yang menyebar ke berbagai titik strategis desa sejak pagi hari.
Sebagian mahasiswa terjun langsung membantu para kader kesehatan desa dalam pelaksanaan Posyandu. Keterlibatan ini mencakup registrasi, penimbangan balita, hingga pencatatan tumbuh kembang anak sebagai wujud dukungan terhadap program kesehatan ibu dan anak di tingkat dusun.
Tim lainnya bertugas di Kantor Desa Kembang Kuning. Mereka berkolaborasi dengan perangkat desa untuk mengerjakan dan memutakhirkan data pada platform Sistem Informasi Desa (SID), sebuah langkah penting untuk mewujudkan tata kelola administrasi desa yang presisi dan terdigitalisasi.
Tim ketiga melakukan survei lapangan (field trip observation) ke destinasi lokal, Air Terjun Sarang Walet. Kunjungan ini bukan sekadar rekreasi, melainkan langkah pemetaan analitis untuk mengidentifikasi potensi pariwisata yang bisa dikembangkan. Hasil observasi ini akan menjadi landasan utama bagi penyusunan Program Kerja (Proker) unggulan mahasiswa KKN dalam sektor pemulihan dan promosi ekowisata desa ke depannya.
Setelah merampungkan tugas masing-masing di pagi hingga siang hari, seluruh anggota kelompok kembali bersatu pada sore harinya. Menjaga konsistensi silaturahmi yang telah terbangun, mahasiswa kembali menggelar senam sore bersama Ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Kembang Kuning. Kegiatan ini kembali sukses menghadirkan gelak tawa dan menjaga kebugaran fisik seluruh peserta setelah seharian beraktivitas.
Puncak integrasi sosial terjadi setelah waktu Magrib. Mendapat kehormatan yang luar biasa, mahasiswa KKN diundang secara khusus oleh warga setempat untuk membaur dalam tradisi keagamaan Khiziban.
Duduk bersila bersama tokoh agama dan masyarakat desa, mahasiswa larut dalam lantunan doa dan zikir bersama. Undangan ini menjadi indikator positif bahwa kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya diterima secara administratif, tetapi juga telah diterima secara kultural dan spiritual di tengah keluarga besar masyarakat Kembang Kuning.